SERUPA TAPI TAK SAMA
Hakim-hakim
13-16
Simson Adalah toko Alkitab yang terkenal
karena kekuatan fisiknya yang luar biasa, nazarnya sebagai seorang nazir, serta
kelemahannya terhadap wanita yang berujung pada kejatuhannya.
Hakim-Hakim
13:1-5
Orang Israel melakukan pula apa yang jahat di mata TUHAN;
sebab itu TUHAN menyerahkan mereka ke dalam tangan orang Filistin empat puluh
tahun lamanya. Pada waktu itu ada seorang dari Zora, dari keturunan orang Dan,
namanya Manoah; isterinya mandul, tidak beranak. Dan Malaikat TUHAN menampakkan
diri kepada perempuan itu dan berfirman kepadanya, demikian: "Memang
engkau mandul, tidak beranak, tetapi engkau akan mengandung dan melahirkan
seorang anak laki-laki. Oleh sebab itu, peliharalah dirimu, jangan minum anggur
atau minuman yang memabukkan dan jangan makan sesuatu yang haram. Sebab engkau
akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki; kepalanya takkan kena
pisau cukur, sebab sejak dari kandungan ibunya anak itu akan menjadi seorang
nazir Allah dan dengan dia akan mulai penyelamatan orang Israel dari tangan
orang Filistin."
Kelahiran Simson di mulai dengan suatu
mujizat, di mana ayahnya bernama Manoah dan ibunya di katakan mandul, dengan skenario
malaikat turun dan memberitahukan bahwa ibunya akan mengandung dan akan
melahirkan seorang anak laki-laki yang akan menjadi nazir Alllah. Yang jadi
pertanyaan apa arti kata nazir Allah?
Nazir Allah adalah seseorang
yang mengasingkan, memisahkan, atau mengkhususkan diri sepenuhnya bagi Tuhan
melalui suatu ikrar atau nazar khusus.
Pemberitahuan tentang kelahiran Simson bukankah
mirip dengan pemberitahuan kelahiran Tuhan Yesus, karena sebelum ibu keduanya mengandung
sudah diberitahukan terlebih dahulu oleh seorang malaikat Tuhan. Keduanya sama-sama
dipilih sejak dari kandungan melaui intervensi
mujizat dan diutus dengan misi Ilahi yang agung, membebaskan umat Allah.
Pemberitahuan
kelahiran Tuhan Yesus bisa dibaca dalam Lukas 1:28-31
Ketika malaikat itu masuk ke rumah Maria, ia berkata:
"Salam, hai engkau yang dikaruniai, Tuhan menyertai engkau." Maria
terkejut mendengar perkataan itu, lalu bertanya di dalam hatinya, apakah arti
salam itu. Kata malaikat itu kepadanya: "Jangan takut, hai Maria, sebab
engkau beroleh kasih karunia di hadapan Allah. Sesungguhnya engkau akan
mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki dan hendaklah engkau
menamai Dia Yesus.
Namun, di
sini letak perbedaan tragisnya : mereka serupa dalam panggilan, tetapi bertolak
belakang dalam karakter. Yesus berjalan dalam ketaatan mutlak yang tidak bercacat
cela demi menyelamatkan manusia dari belenggu dosa. Sebaliknya Simson justru
menjadi pahlawan yang tragis, karena bermain-main dengan dosa. Alih-alih menjaga
kekudusan panggilan sebagai nazir Allah, Simson membiarkan hatinya ditawan oleh
Delila. Ia tahu bahwa Delila ingin menjatuhkannya, namun kenyamanan ego dan nafsu
membuatnya terus berkompromi dengan godaan. Simson merasa kekuatannya tidak
akan hilang, hingga akhirnya ia terbangun dalam kondisi rambut tercukur, mata
dibutakan, dan hadirat Tuhan meninggalkan dirinya.
Apa yang dilakukan Tuhan Yesus pada saat
godaan itu datang padaNya? Mari kita lihat Tuhan Yesus meresponnya waktu iblis
menggodaiNya 3 kali :
1. Pencobaan pertama (Mengubah batu
menjadi roti karena lapar): Iblis meminta Yesus membuktikan diri-Nya sebagai
Anak Allah. Yesus menjawab, "Ada tertulis: Manusia hidup bukan dari roti
saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah."
(Mendahulukan kemauan rohani daripada keinginan daging).
2. Pencobaan kedua (Menjatuhkan diri
dari bubungan Bait Allah): Iblis menantang Yesus melompat dan menggunakan ayat
Kitab Suci untuk mencobai Allah. Yesus menolak dengan berkata, "Ada pula
yang tertulis: Janganlah engkau mencobai Tuhan, Allahmu."
3. Pencobaan ketiga (Menyembah Iblis
demi mendapat seluruh kerajaan dunia): Iblis menawarkan kemegahan dunia. Yesus
dengan tegas mengusir Iblis sambil berkata, "Enyahlah, Iblis! Sebab ada
tertulis: Engkau harus menyembah Tuhan, Allahmu, dan hanya kepada Dia sajalah
engkau berbakti!"
Ini dapat
dibaca dalam Matius 4:1-11
Setelah
kita mengetahui Simson dan Tuhan Yesus, sekarang kita termasuk yang mana? Apa seperti Simson yang bermain-main dengan
panggilan atau yang menjaga panggilan dan hidup kudus seperti Tuhan Yesus? Akhir
hidup Simson sungguh menyedihkan karena dia
dipermalukan oleh musuhnya, akan tetapi Simson memohon kepada Tuhan diakhir
hidupnya, Tuhan mengabulkannya dan Simson membunuh musuhnya lebih banyak dari
waktu dia hidup. Simson mati bersama-sama dengan musuhnya, sedangkan Tuhan Yesus
dipermuliakan karena hidup kudus, mengenapi panggilannya dan taat sampai
akhirnya.
Jadi
akhirnya jagalah panggilan yang Tuhan berikan bagi kita, hiduplah kudus dan tetaplah
taat, supaya kita menerima kemuliaan bersama-sama dengan Tuhan Yesus.
Tuhan Yesus
memberkati



Komentar
Posting Komentar