JATUH HARUS BANGKIT LAGI

 



Kejadian 3 : 1 -24

            Ada peribahasa begini, "karena nila setitik, rusak susu sebelanga." 

Hal  ini sangat baik untuk menunjukkan kejatuhan manusia, di mana satu pelanggaran kecil terhadap buah larangan merusak seluruh kesucian dan hubungan manusia dengan Allah di Taman Eden.

 

            Pada waktu Tuhan menciptakan bumi dan seisinya, yang terakhir Tuhan ciptakan manusia yaitu pada hari ke enam, ini adalah penciptaan yang luar biasa bagi Tuhan Allah, karena Dia menciptakan menurut gambar dan rupaNya. Sebelumnya Tuhan menciptakan melalui FirmanNya, tetapi pada hari ke enam Tuhan membentuknya sendiri. Kenapa Tuhan tidak berfirman saja? Karena manusia adalah  ciptaan  Tuhan yang paling special, sebab ini menurut gambar dan rupaNya. Tuhan pasti punya maksud dan tujuan tertentu kepada ciptaanNya ini. Mari kita lihat dan pelajari keinginan dan maksud Tuhan sebenarnya dalam penciptaan manusia.

 

            Manusia yang pertama diciptakan Tuhan bernama Adam yang berasal dari kata 'ădāmâ berarti "tanah" atau "debu tanah". Allah membentuk Adam dari debu tanah dan menghembuskan napas hidup ke dalam hidungnya. Adam ditempatkan di Taman Eden untuk mengelola dan merawatnya. Jadi kata Adam ini sudah menyatakan manusia dibentuk dari tanah dan debu, sedangkan nama Hawa ini baru muncul setelah manusia jatuh dalam dosa, kemudian Adam menamai Perempuan itu Hawa.

 

            Manusia itu tinggal di Taman Eden yang indah, dikelilingi dengan semua jenis tanaman dan pepohonan. Allah mengunjungi mereka dan berbicara kepada mereka.

Kejadian 2:15-17

TUHAN Allah mengambil manusia itu dan menempatkannya dalam taman Eden untuk mengusahakan dan memelihara taman itu.  Lalu TUHAN Allah memberi perintah ini kepada manusia: "Semua pohon dalam taman ini boleh kaumakan buahnya dengan bebas, tetapi pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat itu, janganlah kaumakan buahnya, sebab pada hari engkau memakannya, pastilah engkau mati.

 

Kejadian 3:8

Ketika mereka mendengar bunyi langkah TUHAN Allah, yang berjalan-jalan dalam taman itu pada waktu hari sejuk, bersembunyilah manusia dan isterinya itu terhadap TUHAN Allah di antara pohon-pohonan dalam taman.  Tetapi TUHAN Allah memanggil manusia itu dan berfirman kepadanya: "Di manakah engkau?"

 

            Keinginan Tuhan menciptakan manusia sebenarnya, supaya bergaul dan punya hubungan yang dekat denganNya, karena ciptaannya yang lain, hanya untuk mengisi dan memperindah bumi dan tidak punya kemampuan untuk berhubungan timbal balik denganNya.

 

            Pada kejadian pasal 3:1-24 menceritakan kejatuhan manusia ke dalam dosa, karena memakan buah pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat. Apa respon pertama Tuhan waktu manusia berkata bahwa mereka telanjang? Firman-Nya: "Siapakah yang memberitahukan kepadamu, bahwa engkau telanjang? Apakah engkau makan dari buah pohon, yang Kularang engkau makan itu?" Jadi yang memberitahukan manusia telanjang itu adalah dosa, sebab saat mereka makan buah itu dan mata mereka terbuka dan mereka bisa melihat ketelanjangan mereka. Kenapa mereka baru bisa melihat mereka telanjang? Karena manusia awalnya suci diselimuti kemuliaan Tuhan, akan tetapi pada waktu berdosa selimut kemuliaan mereka diambil dari mereka. Selama ini mereka memakai tubuh yang ditutupi kemuliaan dari Tuhan, sehingga mereka tidak telanjang dan terlindungi. Jadi pada waktu seseorang jatuh ke dalam dosa, kemuliaan yang menutupi orang tersebut diambil dari mereka, sehingga mereka kelihatan buruk dan tidak punya perlindungan serta kehilangan kepercayaan dekat dengan Tuhan.

            Setelah manusia berdosa dan merusak tujuan karya Tuhan dalam hidup mereka, apa yang Tuhan lakukan? Yang Tuhan lakukan ada dalam Kejadian 3:23-24  berbunyi :

Lalu TUHAN Allah mengusir dia dari taman Eden supaya ia mengusahakan tanah dari mana ia diambil. Ia menghalau manusia itu dan di sebelah timur taman Eden ditempatkan-Nyala beberapa kerub dengan pedang yang bernyala-nyala dan menyambar-nyambar, untuk menjaga jalan ke pohon kehidupan.

Kelihatannyan Tuhan jahat karena langsung mengusir mereka dari tempat yang begitu indah dan menjauhkan mereka dari kenyamanan hidup dan tidak memberi kesempatan untuk tinggal di taman Eden. Kenapa begitu? Hal ini kita bisa lihat pada kejadian 3:22 yang berbunyi :

Berfirmanlah TUHAN Allah: "Sesungguhnya manusia itu telah menjadi seperti salah satu dari Kita, tahu tentang yang baik dan yang jahat; maka sekarang jangan sampai ia mengulurkan tangannya dan mengambil pula dari buah pohon kehidupan itu dan memakannya, sehingga ia hidup untuk selama-lamanya."

Tuhan mengusir manusia dari taman Eden, karena Tuhan tidak mau manusia itu hidup terus dalam penderitaan. Sehingga penderitaan manusia ada batasnya atau ada kadawarsanya. Kalau manusia mengulurkan tangannya mengambil dan memakan pohon kehidupan, maka manusia akan hidup selama-lamanya seperti Tuhan, tetapi dalam kutuk dosa. Tuhan punya rencana yang indah bagi manusia pada waktu Dia ciptakan. Tuhan ingin manusia senang dan bahagia bersamanya. Karena kita harus tahu bahwa waktu manusia jatuh dalam dosa manusia dan seisi bumi menjadi terkutuk.

 

            Apa skema Tuhan supaya manusia bisa kembali ke awal penciptaanNya? Ini ada di Kejadian 3:15 yang berbunyi,

Aku akan mengadakan permusuhan antara engkau dan perempuan ini, antara keturunanmu dan keturunannya; keturunannya akan meremukkan kepalamu, dan engkau akan meremukkan tumitnya.

Jadi Tuhan selalu punya Solusi dan jalan untuk menyelesaikan masalah dengan cara yang tidak bisa diselami dari awal. Jadi Tuhan sudah memberitahukan bahwa dari keturunan Perempuan ini akan meremukkan kepalamu ular (iblis). Kenapa Tuhan cuma katakan Perempuan tidak katakan laki-laki? Karena Tuhan sudah membuat rencana karya penyelamatan bagi manusia dengan cara Dia sendiri datang ke dunia melalui seorang Perempuan bernama Maria Magdalena, tanpa hubungan seorang laki-laki. Ini dapat di baca dalam Lukas 1:30 berbunyi,

Kata malaikat itu kepadanya: "Jangan takut, hai Maria, sebab engkau beroleh kasih karunia di hadapan Allah. Sesungguhnya engkau akan mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki dan hendaklah engkau menamai Dia Yesus.

 

Lukas 1:34-35 berbunyi,

Kata Maria kepada malaikat itu: "Bagaimana hal itu mungkin terjadi, karena aku belum bersuami?" Jawab malaikat itu kepadanya: "Roh Kudus akan turun atasmu dan kuasa Allah Yang Mahatinggi akan menaungi engkau; sebab itu anak yang akan kaulahirkan itu akan disebut kudus, Anak Allah.

Kejadian 1:18 berbunyi,

Kelahiran Yesus Kristus adalah seperti berikut: Pada waktu Maria, ibu-Nya, bertunangan dengan Yusuf, ternyata ia mengandung dari Roh Kudus, sebelum mereka hidup sebagai suami isteri

 

Jadi waktu Tuhan katakan dalam Kejadian 3:15, itu adalah Yesus yang akan meremukkan kepala si ular itu. Sekarang kita tahu bahwa karya keselamatan itu sudah direncanakan Tuhan, jauh sebelum Dia datang ke dalam dunia ini, atau tepatnya pada saat kejadian manusia jatuh ke dalam dosa.

 

            Seberapa berat persoalan dan masalah yang kita hadapi sekarang ini? Jangan takut, karena pertolonganNya selalu ada, Tuhan selalu punya cara dan solusi untuk menyelesaikannya, jangan berusaha untuk memikirkan bagaimana   cara Tuhan untuk menolongmu, karena itu di luar kemampuan dan kepintaranmu. Kita ini terbatas banyak hal dan tidak mungkin memahami Tuhan dari awal sampai akhir yang diperbuatNya di hidup kita. Apa yang harus kita buat?  Pada waktu manusia jatuh kedalam dosa apa yang Adam buat untuk Perempuan yang di tempat di sisinya? Berdasarkan kitab Kejadian 3:20 yang berbunyi,

Adam menamai istrinya Hawa karena ia adalah ibu dari semua makhluk hidup yang ada di bumi.

Kata dasar Ibrani untuk Hawa adalah Chay atau Chayah yang berarti hidup.

 

Makna Hawa adalah :

  • Hawa melambangkan sumber kehidupan fisik bagi seluruh umat manusia.
  • Peran ini menunjukkan posisi unik perempuan pertama dalam sejarah penciptaan, yang merupakan penolong bagi Adam (Kejadian 2:18)
  • Nama ini juga mengarahkan pada janji keselamatan yang lahir dari keturunannya.

 

            Jadi kita belajar dari Adam, bagaimana dia menangapi masalah yang ada dan memberi nama yang baik untuk perempuan yang di tempat Tuhan kepadanya sebagai istrinya adalah dengan memberi nama Hawa yang berarti hidup. Padahal keadaan yang dihadapinya adalah dosa yang membuat manusia harus mati, tetapi Adam memberi nama yang baik untuk istrinya. Apa kita bisa memberi nama yang baik untuk keadaan yang kita dihadapi, padahal kita dalam penderitaan? Kalau kita saat ini jatuh dan tidak berdaya Tuhan sanggup untuk menolong, jangan mengatakan hidupku memang sial dan kurang beruntung, tetapi berilah nama yang baik untuk hidupmu. Jadi jaga perkataan dan ucapkan yang baik. Kalau jatuh ayo bangkit lagi, karena bukan berapa kali jatuh, tetapi masalahnya maukah kita bangkit dari kejatuhan itu? Percaya Tuhan punya cara untuk menolong dan menyelamatkan kita. Karena Tuhan Yesus yang sudah menyelamatkan kita dari dosa dengan cara mati dan mengambil kunci maut dan kerajaan maut.  Wahyu 1:18 berbunyi

Aku telah mati, namun lihatlah, Aku hidup, sampai selama-lamanya dan Aku memegang segala kunci maut dan kerajaan maut.

Dan setelah itu Tuhan Yesus bangkit dari kematian dan naik ke Surga. dan Tuhan memberi Roh Kudus untuk menolong kita. Tuhan tidak menyerah dengan manusia, Dia hadir dan menawarkan diriNya untuk kita, Ini jadi bukti Tuhan ingin tetap berhubungan dengan manusia dan dia selalu hadir serta memberi solusi dan cara untuk masalah yang dihadapi manusia ciptaanNya. Datang padaNya dan katakan apa yang jadi masalah kita dan nantikan Tuhan pasti menyelesaikan dengan caraNya yang Ajaib.

Tuhan Yesus memberkati.


Komentar

Postingan Populer