DOSA YANG TERSEMBUNYI

 


Hagai 1 : 9 – 11

            Ada Peribahasa berkata begini “kasih Ibu (orang tua) sepanjang masa, kasih anak sepanjang gala.” Maknanya begini : cinta dan pengorbanan orang tua kepada anaknya tidak ada batasnya dan berlaku selamanya sepanjang hidup, tapi rasa sayang dan balas budi anak kepada orang tua ada batasnya, pendek dan tidak seluas kasih ibu (orang tua).”

 

            Pada waktu seseorang meninggalkan Tuhan dengan keyakinan, bahwa dia dapat hidup dengan mengandalkan dirinya sendiri dan tidak lagi berharap pada Tuhan, di sinilah kesalahan terbesarnya. Dosa itu di mulai dari dalam hati dan kemudian dilakukan. Dosa itu  tidak hanya bicara tentang mencuri, berzina dan membunuh, tetapi dosa itu berbicara mengenai keinginan manusia memisahkan diri dari Tuhan dan tidak meletakkan Tuhan yang utama dalam dirinya serta mengandalkan diri sendiri. Dosa ini tidak kelihatan dan orang lain tidak akan tahu bahwa seseorang berdosa, hanya Tuhan dan orang tersebut yang tahu. Mungkin dari tampak depan yang bisa dilihat orang, dia baik, sopan, pekerja keras dan di sukai banyak orang, tetapi bagi Tuhan ini dosa.

Hubungan jauh dari Tuhan membuat hati menyimpan kemarahan, kapahitan, iri hati, dengki dan pikiran jahat. Dosa ini tidak kelihatan awalnya, karena masih tersimpan di dalam hati, tetapi lama kelamaan dosa yang tidak kelihatan ini, akan dilakukan sehingga akan kelihatan.

 

Hal ini juga terjadi pada bangsa Israel, di kitab Hagai 1:9 berbunyi :

Kamu mengharapkan banyak, tetapi hasilnya sedikit, dan ketika kamu membawanya ke rumah, Aku menghembuskannya. Oleh karena apa? demikianlah firman TUHAN semesta alam. Oleh karena rumah-Ku yang tetap menjadi reruntuhan, sedang kamu masing-masing sibuk dengan urusan rumahnya sendiri.

 

Ini bukan hanya berbicara bangunan saja, tetapi ini juga berbicara hubungan yang jauh dan tidak menganggap Tuhan penting lagi. Yang jadi pertanyaan, kenapa Tuhan tidak suka kalau umatnya jauh dan tidak memelihara hubungan dengannya serta tidak mengandalkan Dia lagi? Jawabannya ada pada Kejadian 1:26 berbunyi,

Berfirmanlah Allah: "Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi.

 

Karena kita ini segambar dengan Tuhan, dibentuk dan diberi nafas kehidupan oleh Tuhan. jadi keinginan terbesar Tuhan, hanya untuk berhubungan dengan kita dan mau bergaul dengan kita, Dia ingin ada komunikasi yang indah seperti seorang sahabat, atau lebih seperti seorang bapak kepada anaknya. Tuhan tidak butuh uang, kepintaran, dan kekuatan kita, karena semua yang kita miliki itu dariNya, tetapi yang Tuhan butuhkan hubungan dekat denganNya. jadi dalam  Hagai 1:9 ini merupakan keinginan Tuhan untuk manusia mengutamakan Tuhan dalam hidup mereka.

 

            Apakah kita mulai jauh dari Tuhan dan meninggalkan Tuhan akhir-akhir ini? Marilah kita datanglah padaNya seperti dalam kitab Lukas 15:11-32, perumpamaan seorang anak bungsu yang pulang kepada bapanya, karena  anak bungsu ini pergi jauh meninggalkan bapanya, sehingga menderita kelaparan dan penderitaan. Setelah anak bungsu ini ingat akan bapaknya, karena di rumah bapanya berlimpah-limpah makanan, tetapi dia mau mati kelaparan, maka anak bungsu ini melangkah pulang ke rumah bapanya.

Jadi jika kita jauh, maka perlindungan dan berkat Tuhan terputus dari kehidupan kita. Tuhan selalu mau bergaul dan menjalin hubungan dengan kita, tetapi kita yang kadang pergi  meninggalkanNya dan tidak setia padaNya.

 

Hal ini di alami bangsa Israel, dalam kitab Hagai 1:10-11 berbunyi

Itulah sebabnya langit menahan embunnya dan bumi menahan hasilnya, dan Aku memanggil kekeringan datang ke atas negeri, ke atas gunung-gunung, ke atas gandum, ke atas anggur, ke atas minyak, ke atas segala yang dihasilkan tanah, ke atas manusia dan hewan dan ke atas segala hasil usaha."

 

Hubungan yang jauh dari Tuhan membuat kita menderita dan tidak punya masa depan yang baik, yang ada cuma kegagalan dan harapan kosong, karena apa yang diharapkan ternyata sedikit di dapat, bahkan tidak ada sama sekali. Berkat itu dari Tuhan, kalau Tuhan menutupnya, sekuat apapun manusia mencari pasti tidak ada hasilnya, sehingga kerja keras tidak ada gunanya hanya menghasilkan kelelahan saja.

 

    Selesaikan hubungan kita dengan Tuhan, jangan ada dosa yang tersembunyi. Ini nasehat Tuhan untuk kita di dalam kitab Ibrani 10:25a,

Janganlah kita menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah kita, seperti dibiasakan oleh beberapa orang.

 

Semangat menjaga hubungan dengan Tuhan, sampai akhir hidup kita.

Tuhan memberkati kita semua.

Komentar

Postingan Populer